
Team Liquid PH bener-bener bikin satu Filipina (dan dunia) melongo dengan raihan three-peat mereka di MPL PH Season 17. Jujur, kalau lihat tim selevel mereka main, kadang mikir, ‘Ini pro player kok bisa sih rotasi sesempurna itu?’ Padahal di ranked, tim sendiri kadang masih sibuk farming buff sampai late game, musuh udah push turet mana-mana. Asli deh, beda kelasnya.
Kemenangan 4-3 mereka atas Liquid ECHO di Grand Final kemarin itu parah sih, intesnya bukan main. Kayak nonton film action yang endingnya bikin dag dig dug sampai menit terakhir. Tiga kali juara berturut-turut di liga sebesar MPL PH, ini mah bukan cuma sekadar hoki. Ini dedikasi, strategi, dan skill yang udah kelewat batas.
Perjalanan Sang Juara: Gak Cuma Hoki
Mikirin gimana Team Liquid PH, yang dulu kita kenal sebagai AP.Bren, bisa ngukir sejarah three-peat ini bikin kepala geleng-geleng. Dimulai dari MPL PH Season 15, lanjut ke M5 World Championship yang mereka juarain, terus MPL PH Season 16, dan puncaknya Season 17 ini. Emangnya gampang apa jaga konsistensi di level tertinggi MLBB terus-terusan? Apalagi lawan-lawannya juga bukan kaleng-kaleng, Liquid ECHO itu tim kuat juga.
Perjalanan mereka di Grand Final kali ini juga gak mulus-mulus amat. Sempat kejar-kejaran skor. Liquid ECHO sempat ambil game pertama dengan Lunox, Pharsa, Joy yang bikin pusing. Tapi Team Liquid PH gak panik, mereka balas pakai Terizla di tangan Flaptzy. Pheww dengan Valentina-nya juga berkali-kali nunjukkin kelasnya di war.
Game ketujuh itu lho, penentuan banget. Draftnya kelihatan banget mikirnya matang. Pheww pakai Pharsa, Flaptzy dengan Yu Zhong, semuanya terencana. Bener-bener pelajaran buat kita yang suka main asal pick hero ‘power’ tapi gak mikir komposisi tim. Pokoknya, melihat mereka main itu, kayak nonton tutorial makro game secara langsung.
Siapa yang Bisa Hentikan Mereka?
Pertanyaan ini jujur sering muncul di tongkrongan Rehatku.com. Apakah ada tim yang bisa mecahin dominasi mereka? Mereka udah jadi tolok ukur tim Mobile Legends di Filipina, bahkan dunia. Coach Ducky, otaknya di balik semua ini, seolah punya resep rahasia yang gak bisa ditiru tim lain. Flaptzy di EXP Lane itu pahlawan banget, MVP Grand Final, dengan hero-hero tebalnya kayak Terizla, Guinevere, sampai Cici. Kadang suka heran juga, hero-hero yang di ranked kita sering anggap ampas, di tangan pro player jadi OP banget. Kaya Cici di tangan Flaptzy, asli deh, bikin pusing musuh.
Terus ada Super Marco di Gold Lane yang jadi MVP Regular Season. Ini nunjukkin kalau mereka punya bintang di setiap lini. Kemampuan mereka untuk adaptasi Meta, pick hero yang kadang di luar dugaan tapi efektif, dan Teamfight yang super rapi bikin lawan kewalahan terus. Mental juara mereka juga udah teruji berkali-kali. Bisa balik dari ketinggalan di game-game kritis itu susah banget lho.
Opini Tongkrongan Rehat
Sebagai pemain Mythical Glory, aku pribadi lihat Team Liquid PH ini punya beberapa poin kunci yang bikin mereka unstoppable. Pertama, chemistry dan komunikasi. Mereka udah lama mabar bareng, jadi udah tahu kebiasaan satu sama lain. Di ranked aja, kalau tim gak kompak dikit, auto kalah. Apalagi di level pro kayak gini, teamfight yang solid itu kunci.
Kedua, kemampuan drafting yang jenius. Mereka gak cuma ikut Meta, tapi sering banget menciptakan Meta baru atau setidaknya mengoptimalkan hero yang jarang dipakai. Contohnya Flaptzy dengan pick-pick EXP Lane-nya yang bikin musuh kaget. Terakhir, mental. Kalah satu game gak bikin mereka down. Mereka langsung evaluasi, adjust strategi, dan balik lebih kuat. Itu yang paling susah ditiru di level apapun.
Menurut Sobat Rehat nih, kira-kira tim mana yang punya potensi buat mecahin dominasi Team Liquid PH di MPL PH selanjutnya? Atau mereka bakal bikin rekor lain lagi? Drop komentar kalian di bawah ya, siapa tahu bisa jadi bahan artikel berikutnya.
Tags: mobile legends, mpl ph, team liquid ph, three-peat, esports


